HIMMPAS MengucapkanPerjalanan menuju gerbang yang penuh perjuangan semakin jelas di depan mata. Ia datang bak tamu yang begitu spesial. Tamu yang begitu dinanti-nanti oleh miliaran umat muslim di seluruh penjuru dunia. Kerinduan yang mendalam atas memori indah tentangnya. Memori yang tak sanggup hanya diuraikan melalui kata-kata karena kenyamanannya mampu merasuk ke lubuk hati insannya bagi penikmat sejati yang melayakkan diri untuk memperolehnya. Berbagai persiapan pun telah dilakukan berupa mempersiapkan hati/menghadirkan hati, mempersiapkan fisik/jasad seprima mungkin, mempersiapkan/meningkatkan pemahaman melalui kajian/penambahan ilmu, mempersiapkan program, mensucikan diri melalui habluminallah dan habluminannas, dan Mempersiapkan sarana dan prasarana.

Tahukah anda siapakah tamu tersebut? Jawabannya pasti “Ramadhan”. Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, pahala sabar adalah surga. Bulan Ramadhan adalah bulan solidaritas (tolong-menolong), dan bulan di mana rizki orang mukmin bertambah. Barangsiapa memberi buka puasa pada bulan itu kepada yang berpuasa, maka baginya mahgfirah (ampunan) bagi dosa-dosanya dan bebas darinya dari api neraka. Ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang yang berpuasa. Para sahabat bertanya: “Tidak mungkin kami semua dapat memberi makanan  berbuka puasa kepada orang yang berpuasa.” Rasulullah menjawab: “Allah SWT akan memberi pahala (seperti) itu kepada siapa saja yang meberi makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa (meskipun) dengan sebutir kurma atau seteguk air.” Bulan Ramadhan adalah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pemebabasan dari api neraka. Dan barangsiapa meringankan (beban) pembantu/pegawainya (di bulan) tersebut maka Allah akan mengampuni dosanya dan Allah bebaskan dia dari api neraka.

Banyak tema luar biasa yang selalu diangkat untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan diantaranya “Raih Kemenangan di Bulan Penuh Berkah”, “Raih Surga di Bulan Ramadhan”, dll. Tentunya yang menjadi harapan di Bulan Ramadhan ini adalah bagi umat muslimin/muslimat yaitu mendapat kemenangan berupa anugerah dan rahmatNYA agar diampuni segala dosa-dosa yang dilakukan selama 11 bulan sebelumnya yang dilakukan secara lahir maupun batin baik kepada sang Pencipta maupun makhluk-mahklukNYA untuk menjadi penghuni surgaNYA. Seseorang masuk ke dalam surga Allah bukan karena banyaknya amal ibadahnya namun karena rahmat Ilahi Rabbi. Ingatkah pada kisah seorang wanita pelacur yang masuk surga karena memberi minum pada seekor anjing yang kehausan? Wanita ini lebih memilih untuk memberi binatang ini minuman yang telah diambilnya dengan jerih payah dan kondisi kehausan yang amat mendera. Namun dengan keikhlasannya, ia mampu menjadi pemenang atas nafsunya dengan berkorban dan memberi pemanjangan hidup bagi makhluk Allah lainnya sekalipun itu adalah seekor binatang. Mampukah kita seperti wanita ini yang mampu berjiwa besar di akhir hayatnya? Nah, bulan Ramadhan lah dapat dijadikan sebagai bulan karantina dalam rangka semakin mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Benar-benar mengasah kepribadian dan perbuatan menjadi muslim/muslimah sejati idaman surga dan memantaskan diri sebagai kekasih Allah SWT dan RasulNYA.

Bulan Ramadhan yang penuh suka cita dan memiliki banyak keutamaan yang tercermin dari sebutannya yaitu syahrullah, syahrut-tarbiyah, syahrus-shobri, syahrud-da’wah, syahrul-Qur’an, syahrul-mubarak, syahrul-adhim, dll. “Sungguh telah datang padamu bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kamu berpuasa, di saat dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu setan-setan, dan dimana dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Maka barangsiapa yang tidak berhasil beroleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya (HR Ahmad, Nasa’i dan Baihaqi).

Bulan Ramadhan adalah bulan yang tiap detiknya dihiasi dengan tadarus Al-Qur’an sehingga nantinya kita akan terbiasa dan bersahabat dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kalamullah dan kitab suci umat Islam jadi sudah sepantasnya jika kita mampu membacanya dengan tartil, memahami, merenungkan maknanya, menghapal, mengaplikasikan ajarannya dan perintah-perintahNYA dalam kehidupan sehari-hari serta menjauhi apa yang menjadi laranganNYA. Dari Abdillah bin’Amr, Rasulullah SAW bersabda: ‘Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. Berkata puasa (shiyam), ‘Wahai Rabb, aku telah menahannya dari minuman dan makanan serta syahwat pada siang hari, maka jadikanlah aku syafa’at untuknya’. Dan berkata Al-Qur’an ‘Aku telah menahannya dari tidur malam hari, maka jadikanlah aku syafaat untuknya.’ Lalu keduanya dijadikan syafa’at untuknya. (HR Ahmad).

‘Puasa adalah perisai dari neraka, seperti perisai salah seorang kamu dalam perang dari serangan musuh’ (HR Ahmad).