Seseorang diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan apabila telah memenuhi syarat-syarat berikut:

  1. Islam
  2. Baligh (dewasa)
  3. Sehat akal dan badan
  4. Muqim (tidak sedang bepergian)
  5. Kuat mengerjakan puasa
  6. Tidak dalam keadaan haid atau nifas bagi wanita.

Bagi yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut, diatur dengan ketentuan berikut:

  1. Tidak wajib mengerjakan dan tidak wajib mengganti, yaitu yang belum masuk Islam, belum dewasa, atau gila (HR Ahmad dan Hakim dari ‘Aisyah ra)
  2. Haram berpuasa dan wajib mengqadha (mengganti puasa) di bulan lain, yaitu wanita yang haid atau nifas ketika tengah berpuasa Ramadhan (HR Jama’ah dari Muadz)
  3. Boleh berbuka puasa di siang Ramadhan dan wajib mengqadha, yaitu bagi yang sakit sehingga tidak kuat berpuasa atau yang bepergian (safar) sehingga memberatkan bila berpuasa (QS Al-Baqarah :184)
  4. Boleh berbuka puasa tetapi sebagai gantinya wajib membayar fidyah berupa memberi makan fakir miskin tiap hari satu orang, dengan harga makanan yang biasa dimakan untuk satu hari, yaitu bagi yang tidak kuat sama sekali mengerjakan puasa seperti karena lanjut usia (QS Al-Baqarah:184)
  5. Boleh berbuka puasa dan wajib mengqadha atau membayar fidyah, yaitu bagi wanita hamil atau menyusui anak (QS Al-Baqarah: 184)

Rukun (Fardhu) Puasa Ramadhan

  1. Berniat puasa di malam hari (HR Ahli Hadits yang Lima)
  2. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa berupa makan, minum, dan bersetubuh, dari semenjak fajar sampai terbenam matahari (QS Al-Baqarah :187).