1. Memenuhi seruan Allah untuk berpuasa di bulan Ramadhan dengan ikhlas, ridha hanya karena Allah dan istiqamah dalam keihklasan ridha tersebut. (QS Al Bayyinah: 5, QS Al-An’aam: 162). “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS Al Bayyinah: 5). “Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al An’aam: 162)
  2. Diterima dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, “Siapa yang berbuka pada satu hari dari bulan Ramadhan tanpa keringanan yang diberikan Allah padanya, tiadalah akan dapat dibayar oleh puasa sepanjang masa walau dilakukannya. (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).
  3. Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, Barangsiapa yang tidak mau meninggalkan perkataan palsu dan perbuatan palsu, Allah tidak akan memperdulikan amal perbuatan ketika meninggalkan makan minumnya (puasa).’”(HR Ahmad bin Hanbal, Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
  4. Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, “Banyak orang yang berpuasa yang tidak dapat bagian (pahala) hanya lapar belaka dan banyak pula orang berjaga malam (untuk sholat dan dzikir) yang tidak mendapatkan bagian (pahala) dari berjaganya itu kecuali hanyalah (kelelahan) berjaga-jaga itu saja.” (HR Ibnu Majah).
  5. “Alangkah kecewanya orang yang ketika tiba malam bulan Ramadhan hingga habis bulan Ramadhan tidak diberi ampunan.” (Al Hadits).
  6. Menyadari dan mengakui seluruh kemenangan yang diraih di jalan Allah, khususnya di bulan Ramadhan, adalah karena pertolongan, karunia, dan rahmat Allah. (QS An Nur:21, QS Yunus: 58)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS An Nur:21).

“Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS Yunus: 58)