IPB, 08 Maret 2014, 16.30 WIB

Salam CINTA & Salam Ukhuwah Sahabat HIMMPAS Semuanya…

Bpk, ibu, mas, mbak, rekan-rekan seperjuangan…

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Ini sangat berat dan akan melelahkan. Bimbang dan takut. Gugup, tidak tahu apa yang harus saya katakan. Baru saja saya merasa sangat sedih, rasa-rasanya baru kemaren saya masuk di kampus ini kemudian menjadi keluarga baru HIMMPAS, tiba-tiba hari ini ada sebuah peristiwa dan amanah besar yang harus saya pikul. Begitulah perasaan hati saya. Tapi saya menyadari, jika saya tidak sendiri. Banyak sahabat saya yang akan siap bersama-sama berjuang disini, mereka juga adalah orang-orang hebat dengan kemampuannya yang luar biasa.

Semoga, apa yang terjadi hari ini adalah sebuah awal kebaikan untuk kita semua. Sebuah proses yang diawali niat suci dan merajutnya dengan istikharah serta doa kepada Allah SWT. Untuk para tim dewan syuro’ atau pun rekan-rekan HIMMPAS sekalian. Sehingga kita senantiasa melibatkan Allah dalam semua proses yang penting & menghindari bisikan-bisikan syaithan. Dan bahkan harus menjadi kebiasaan kita senantiasa menjadikan istikharah dalam agenda-agenda yang sangat urgent, baik itu memilih ketua HIMMPAS, memilih pemimpin, memilih caleg atau dalam menentukan pilihan-pilihan lainnya. Meskipun kita sudah yakin bahkan haqqul yakin bahwa pilihan kita adalah No.3…

Saudaraku yang saya cintai karena karena Allah. Mungkin saya tidak seperti seorang Anis Matta, yang dengan sekali orasinya mampu membangkitkan kembali semangat para penumpang sebuah kapal besar & membentangkan layarnya yang hampir jatuh & tenggelam diterjang ombak & badai. Atau juga seperti Muhammad Al-Fatih yang dengan sekali teriakannya bisa mengobarkan semangat jundi-jundinya sehingga mampu mengangkat kapal-kapal ke atas bukit menembus benteng Konstantinopel. Sungguh jauh dari seperti itu.

Memang, saat ini HIMMPAS tidak seperti kapal layar yang sedang diterjang ombak dan badai besar. Kita sedang berada di dalam kapal yang berlayar di samudra cukup tenang tanpa badai, atau jika pun ada, itu tidak terlalu berbahaya, kecil & pelan. Akan tetapi ingat, kita harus tetap waspada, siap siaga, merapatkan barisan & terus berpegangan, karena ancaman, gangguan itu akan senantiasa menyertai kita. Bisa jadi karena kelalaian, kita semua bisa tenggelam di samudra yang tenang tersebut.

Saudaraku yang saya cintai karena Allah. Sebelum kapal ini jauh berlayar ke tengah samudra dan sampai ke tepian surga mudah-mudahan. Sebagai nakhoda baru, satu kalimat yang ingin sampaikan kepada saudara/i sahabat HIMMPAS semuanya, saya CINTA antum semua karena Allah, saya CINTA berada di HIMMPAS dan saya akan MENCINTAI antum semua yang bergabung di sini, menjadi segolongan orang-orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran melalui wadah yang bernama HIMMPAS ini. Inilah satu kata semangat saya pertama ini.

Rasulullah SAW: “khoirukum anfa’uhum linnas” Bahwa sebaik-baik dari kalian adalah yang bermanfaat di antara kalian.

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung (QS.Ali-Imran:104).

Saya yakin & berharap sebagian golongan itu, mereka ada disini dan setelah ini mereka akan siap menjadi orang-orang yang terhimpun ke dalam HIMMPAS dalam satu masa perjuangan ke depan. Kepada saudara-saudara kita yang belum tergabung karena kesibukan mereka, marilah kita do’akan agar Allah memberi kelapangan. Untuk saudara-saudara kita yang masih malu-malu, marilah kita rangkul mereka agar ikut merasakan indahnya pelayaran ini. Untuk saudara-saudara kita yang berkata “Ohh..tugas kuliah kita terlalu banyak untuk diduakan”, mari kita bisikkan kepada mereka bahwa kita tidak bekerja sendiri, akan kita kokohkan barisan ini, bahkan malaikatpun akan membantu kita insya’Allah.

Kita yakin, mereka yang di luar sana adalah orang-orang yang memiliki keimanan yang kokoh, ilmu luas berdedikasi, semangat tinggi, militansi dakwah bahkan melebihi kita atau tidak memiliki itu, tapi punya niat saja. Maka kita tidak rela jika mereka hanya menjadi lingkaran luar mengelilingi kita. Jika mereka masih enggan untuk bergabung menjadi segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah dari munkar.

Bukankah Allah berjanji “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong agama Allah, maka Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian” (QS.Muhammad:7).

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…

Mohon do’a dan partisipasinya…

Semoga Allah merahmati kita semua & menjadikan kita lebih istimewa…

(alc01)