isramirajPemateri: Ust. M. Suparyono

FYI: beliau sempat hendak dicalonkan menjadi walikota depok namun menolak karena merawat istrinya yg sedang sakit.

(Masjid Balai Kota Depok, 16/ 05/ 2015) Kita tentu sudah diajarkan untuk mempercayai adanya isra’ mi’raj. Kepercayaan kita harus tanpa syarat, terlepas dari logis atau tidak, seperti Abu Bakar. Orang yg mempercayai sesuatu setelah nampak, ia komunis.

Di rusia, anak-anak diajarkan seperti ini.
Guru: anak-anak, apakah kalian melihat hp di tangan pak guru ini?
Murid: yaa
Guru: apa kalian melihat air dalam gelas ini?
Murid: yaaa
Guru: jadi anak2, kalian percaya bahwa hp dan air itu ada?
Murid: ya
Guru: apa kalian melihat adanya tuhan?
Murid: tidak
Guru: jadi tuhan ada atau tidak?
Murid: tidaaak
Namun ada salah satu murid yang cerdas di sana
Murid Cerdas: teman2, apa kalian melihat akal pak guru?
Murid: tidak
Murid Cerdas: jadi akal pak guru ada atau tidak?
Murid: tidaaak

Begitulah konsekuensi jika baru mempercayai sesuatu setelah melihatnya. Komunis. Kebenaran ilmu pengetahuan itu relatif, sedangkan kebenaran qur’an itu mutlak. Jika tidak, maka bersiaplah kita terima bahwa moyang kita adalah monyet. Begitu kata teori revolusi.

Jika pakai logika, mengapa bagi musafir diperbolehkan berwudhu dengan mengusap punggung sepatunya? Bukan usap bagian telapak? Itulah yg kita tidak tahu, kita hanya perlu percaya.

Nabi diperintah untuk mendeclare bahwa dirinya adalah manusia (QS Al-Kahf:110) Rasulullah diberangkatkan ke langit. Mudah bagi Allah untuk memindahkan manusia dari 1 titik ke titik lain. Otak manusia mampu menampung 9500. Orang yg paling optimal yaitu Einstein (14%) orang Indonesia rata2 1%. Tidak benar jika yg berangkat itu hanya ruhnya. Yg berangkat adalah fisik dan ruhnya.

Apa pesan utama dari isra’ mi’raj? Shalat? Shalat bukan hal baru (QS Thaha: 4) bukan pesan utama. Supaya kami pertontonkan kepadanya tanda2 kehebatan kami. Peristiwa ini terjadi pada Amul Hazan (Tahun Kesedihan). Agar rasul memahami bahwa kesedihannya itu tidak ada apa2nya dibandingkan kebesaranNya. Para ahli fiqh menyatakan makna dari perjalanan masjid ke masjid yaitu agar muslim dekat dengan masjid. Muslim dan masjid laksana ikan dengan air. Tanpa air, ikan akan mati.

Disebutkan dalam hadist, salah satu golongan yg selamat pada hari kiamat yaitu, 7 golongan yg mndapt naungan dr Alloh, Salah satunya “pemuda yg hatinya tertambat dg masjid”