oleh : Ust Wachid Romadlon, Lc MA

 

[QS Al Baqarah ayat 75]

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?.

Adapun turun pada sahabat anshor di madinah yg terbiasa berinteraksi dekat dengan orang yahudi. kemudian datanglah ajaran rosul sehinhgga mereka masuk islam dan mereka berharap kaum yahudi juga mau masuk islam kemudian Allah menurunkan ayat ini.

Jangan terlalu berharap pd yahudi, kalau pada Allah saja mereka berkhianat apalagi pada manusia.

sekarang sedang ramai tagline “pemimpin kafir yg jujur lebih baik dr pada pemimpin muslim yg korup”. JANGAN TERKECOH dengan ini. tetap berpegang teguh pada Al Qur’an. Allah melarang kita mengangkat pemimpin dari kalangan kafir. Orang Yahudi banyak menghina Allah, mengatakan bahwa Allah punya anak, Nabi isa hasil perzinaan maryam dsb. Mereka mengadakan permusuhan dg Allah mereka tidak sopan pd Allah. Analoginya, jika ada orang yang berbuat tidak sopan pada orang tua kita, kita pasti akan marah. Nah, jika pd orang tua saja kita akan marah, apalagi jika mereka tidak sopan pada Allah.

Berinteraksi dengan mereka jangan melebihi batas,  sekedarnya saja dalam hal muamalah saja tapi tidak untuk diangkat sebagai pemimpin. Insya Allah masih banyak muslim yang jujur dan adil.

[ QS Al Baqarah ayat 76]

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: “Kamipun telah beriman,” tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?

Menggambarkan pembicaraan internal orang yahudi, di antara mereka ada yg munafik, ada yg tetap dlm keyahudiannya.

Mereka masuk islam sebagian karena mendengar Rosul mengatakan bahwa orang kafir dilarang memasuki jantung kota madinah, maka sebagian dari mereka pura-pura beriman ketika ditanya oleh orang muslim apa motivasi mereka masuk islam? mereka menjawab bahwa dlm kitab mereka menyebutkan ada tanda-tanda kemunculan nabi terakhir. Maka, mereka beriman seperti muslim lain. Tetapi ketika mereka pulang ke rumah masing-maing bersama kaumnya, jauh dari muslim. kemudian orang yahudi asli bertanya. apakah kamu membocorkan perkara-perkara yang Allah bukakan untuk kalian, agar mereka dpt mendebat kalian?” mereka takut jika org yahudi yg masuk islam menceritakan tentang kebenaran kabar yg tertulis pada taurat tentang nabi akhir zaman. Mereka tidak mau ketika hari kiamat umat muslim bisa menjadikan ini alasan kebenaran Muhammad.

Dalam tafsir lain di sebutkan, bahwa perkara yg menyebabkan mereka menginterogasi yaitu suatu saat ketika Rosul dan pasukan muslim mengepung bani Quraidzah. Rosul mengatakan ” Yaa anak anak monyet…..” mereka kaget kenapa rosul tau kalau nenek moyang mereka pernah dikutuk menjadi monyet. mereka curiga saudara yahudinya yg membocorkan.

[ QS Al Baqarah ayat 77]

Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?

Seandainyapun Orang mukmin tidak mendapat bocoran, niscaya Allah tetap tahu. karena Allah Maha Mengetahui semua perkara yg nyata maupun gaib. Bahkan Allah tahu sesuatu yg tdk diketahui malaikat. Malaikat hanya tahu sesuatu yg nampak. Malaikat hanya mencatat apa yg nampak. sedangkat niat yg ada dlm hati, hanya Allah lah yang tahu. ‘alimum bidzatisyudur. Allah tahu yg tersembunyi dalam hati. suatu saat nanti Allah akan menampikkan. “Kamu bohong, sebenarnya kamu melakukan amal itu karena ini dan itu….” naudzubillah. mari luruskan niat…

Perhatikan QS Al Isra ayat 1

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Di ayat pertama Allah menggambarkan peristiwa yang tidak lazim, mukjizat. harusnya di akhir ayat. innahu huwa ‘ala qulli syai’in qodiir tetapi yang muncul adalah Allah maha mendengar maha mengetahui. ini peristiwa sebagai hiburan untuk Rosul, karena pada tahun itu Rosul dirundung duka karena meninggalnya Pamannya Abu Thalib yg meninggal sebelum masuk islam. kemudian beberapa bulan kemudian khodijah, istri tercinta beliau meninggal. Begitu cintanya Rosululloh pada khadijah. hingga ia lama tak menikah lagi setelah meninggalnya khadijah. Khadijah benar-benar tak tergantikan di hati Rosululloh. Bahkan Rosul pernah marah pada aisyah ketika aisyah iri pada khadijah. Kemudian rosul mengatakan “ya aisyah, Khodijah itu mengimaniku saat yg lain mendustaiku, ia membantuku dg hartanya ketika semua orang menentangku….” pada peristiwa Tha’if, Rosululloh dilempari batu. Rosul sedih, hingga Allah menghibur rosululloh. tidak apa-apa Abu thalib dan khadijah meninggal, tapi masih ada Aku. ini yg Allah sampaikan di akhir ayat ini. Maka apapun masalah kita, jika kita yakin Allah mengetahui isi hati kita, insya Allah hati kita akan tenang. Rosul menyuruh kita jika kita punya masalah maka sholatlah. karena sholat adalah penyelesaian semua masalah. Imam Bukhori sebelum menulis hadist selalu mengawalinya dg shalat 2 rakaat, agar tulisannya dapat mendapat bimbingan dari Allah .

[QS Al Baqarah ayat 78]

Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.

Rosululloh Buta huruf. Buta Hurufnya Rosululloh menjadi bukti bahwa al qur’an bukan buatan Muhammad, tapi datang dari Allah. Ada sebagian yahudi yg buta huruf juga, mereka tau taurat dr para pendeta yg membacakan taurat. tetapi banyak pendeta yg menyelewengkan taurat pd orang yg buta huruf. Orang pinter lebih berbahaya dr orang bodoh. orang bodoh hanya membahayakan dirinya sendiri. orang pintar yg salah akan membahayakan diri dan orang lain yg ia sesatkan.

Mereka yg buta huruf mendapatkan kabar bahwa mereka adalah wali Allah, kekasih Allah. ini doktrin yg menyesatkan dr para pendeta yahudi pd orang2 buta huruf. sehingga mereka terjerumus dalam kesesatan dan membangga-banggakan diri. padahal itu hanya praduga yg tak memiliki bukti nyata.

[QS Al Baqarah ayat 79]

Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

Kata wailul (celakalah) di sebutkan beberapa kali dalam al qur’an. ada yg menyebutkan wailul adalah kumpulan cairan (nanah, darah, dsb) yg di hasilkan dari ahli neraka yg dijadikan minuman spesial para ahlunnar. Mereka kaum yahudi menyelewengkan taurat mengurangi yg memberatkan dan menambah yg menguntungkan mereka. Jika kita mau objektif membuka kitab taurat yg asli, banyak isinya yg sesuai dengan Al qur’an misalnya LGBT dan zina. akan tetapi dlm taurat yg telah diselewengkan disebutkan, jika yg melakukan zina adalah kasta atas, maka ia tak dirajam, tapi hanya dipermalukan di depan umum. jika yg melakukan kasta bawah maka hukumnya adalah rajam. mereka menyelewengkan, tapi mereka mengaku bahwa itu murni datang dari Allah. karya sendiri dinisbatkan pada Allah. sungguj dosa yg besar. itu mereka lakukan hanya untuk mendapat keuntungan duniawi yang sangat murah. dalam QS Al Baqarah kita benar2 membongkar karakter orang yahudi yang pandai berkhianat.

[QS Al Baqarah ayat 80]

Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja”. Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

Ada yg mengatakan mereka hanya 40 hari masuk neraka sesuai waktu mereka menyembah sapi. tetapi sesungguhnya mereka kekal dalam neraka. padahal 1 celupan dlm neraka, akan menghilangkan memori kenikmatan sepanjang hidupnya. walaupun ketika hidupnya ia sangat bahagia. Mereka benar benar meremehkan adzab Allah. sebaliknya ada orang yg sepanjang hidupnya selalu sengsara. tetapi nanti ketika ia meninggal dan dicelupkan 1 celupan ke dalam syurga. kemudian ditanya oleh Allah.

“apakah masih ada memori kesengsaraan dlm dirimu”

mereka menjawab.

“Tidak ya Allah, semuanya indaah”,

Allohu’alam bishowab.

 

Kajian Tafsir, 10 April’16

Ahad, 7 Rajab 1437 H

[ H-58 Ramadhan ]

@At Turkiyah Dramaga Bogor Jawa Barat